Pages

Senin, 13 Mei 2013

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. 

Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata "tempe", misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa—mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.

Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air

Sumber 



 

Sejarah Tempe

Tahu kulit adalah tahu yang sudah digoreng saat dijual dan biasanya berbentuk segitiga. Tahu ini memiliki lapisan luar berwarna coklat dengan tekstur keras, namun bagian dalamnya berwarna putih dengan tekstur lembut. Tekstur kulit tahu ini sama dengan tahu pong, namun terdapat perbedaan mendasar dari kedua tahu tersebut. Tahu pong hanya memiliki kulit tetapi bagian dalamnya kosong, sedangkan tahu kulit memiliki daging tahu.

Biasanya dalam membuat hidangan tahu isi, digunakan tahu kulit sebagai bahan dasarnya karena memiliki tekstur kulit yang lebih keras dan tidak mudah hancur dibanding tahu putih biasa yang licin dan mudah hancur.

Selain bisa dijadikan tahu isi goreng, tahu kulit juga bisa digunakan untuk siomay, batagor, bakwan malang, campuran lontong sayur, dll


Sumber 

Tahu Kulit


Di pasaran terdapat berbagai macam tahu Jepang. Namun apakah ibu tahu tentang macam tahu Jepang tersebut? Berikut informasinya:

Tahu Sutra :










Sesuai dengan namanya, tekstur tahu sutra sangatlah lembut, lunak, sangat halus, dan tidak berpori-pori. Tahu yang lebih popoler disebut tofu ini biasanya dijadikan masakan seperti mun tahu, wedang, maupun kembang tahu. Warnanya putih dan dikemas dalam kemasan plastik kedap udara.


Tahu Udang :

Pada dasarnya tekstur pada tahu ini sama dengan tahu sutra, tetapi ada penambahan rasa udang pada tahu ini. Tahu ini cocok untuk dijadikan masakan tumisan seperti sapo tahu ,dll. Warna tahu ini cream dan dikemas dalam kemasan plastik kedap udara.

Tahu Telur :

Tekstur pada tahu ini cenderung lebih halus karena ditambahkan telur pada proses produksinya. Cocok juga untuk hidangan sapo tahu, shabu-shabu, tepanyaki, dll. Warna tahu ini cream dan dikemas dalam kemasan plastik kedap udara.

Sumber 

Aneka Macam Tahu Jepang

Jika ingin menyimpan tahu agar tidak basi dan tahan 7-10 hari, caranya adalah sebagai berikut :

- Cuci tahu dengan air bersih kemudian kukus tahu selama 10-15 menit.

- Siapkan wadah / tempat untuk menyimpan tahu (harus benar-benar bersih).Isilah wadah dengan air panas (estimasi banyaknya air harus bisa hingga tahu terendam) dan sedikit garam.

- Masukkan tahu yang sudah dikukus ke dalam wadah, hilangkan uap panasnya, kemudian simpan dalam lemari es.

- Esok harinya air rendaman diganti dengan air hangat tanpa garam, selanjutnya pergantian air dilakukan setiap hari maka tahu akan awet dan lezat dan juga siap untuk diolah dalam berbagai macam masakan.

Sumber

Cara Agar Tahu Tahan Lama Ala Rumahan

Kamis, 18 Oktober 2012


kerak telur
Bagi yang sering jalan jalan ke pekan raya jakarta, tentu melihat banyak penjual kerak telur dengan pikulan. Makanan ciri khas betawi ini terbuat dari telur dan beras ketan dan cukup digemari oleh berbagai kalangan. Resep ini mudah dibuatnya , silahkan mencoba!!

Resep Kerak Telur

Di Betawi atau Jakarta mempunyai beberapa makanan khas, seperti gado-gado betawi, dodol betawi, soto betawi, bir pletok, geplak dan masih banyak lagi. Berikut adalah salah satunya yaitu kerak telor. Saat ini kerak telor sudah mulai sulit didapat kecuali di obyek-obyek wisata seperti di Situ Babakan Jakarta Selatan dan Ragunan.

Kerak Telor dari Jakarta

Kamis, 27 September 2012

Tahu berasal dari kata serapan dari bahasa Hokkian yang berarti kedelai yang difermentasi.
Tahu pertama kali muncul di Tiongkok pada zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penyebarannya dibawa oleh perantau cina ke asia timur dan asia barat sampai akhirnya ke seluruh dunia. Penyebaran ini mungkin bersamaan dengan penyebaran ajaran Budha karena tahu menjadi bahan penting dalam memenuhi kebutuhan protein para imam Budha yang menerapkan diet vegetarian.

Sejarah Tahu

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "