Pages

Jumat, 24 Mei 2013


Semua orang yang menyukai “Mie Instant” sepantasnya berterima kasih kepada Momofuku Ando. Kakek berkebangsaan Jepang yang lahir di Taiwan pada tahun 1911 ini, ialah manusia pertama yang menemukan cara membuat mie instan.

Dari hasil kerja keras dan jerih payahnya, semua orang kini bisa menikmati kelezatan mie instan dengan pilihan rasa yang beraneka ragam. Makanan cepat saji yang mempunyai banyak penggemar ini, masuk ke Indonesia pada pertengahan 1960-an.

Sejarah
 
Ditinggal orang tuanya, Ando (panggilan akrabnya) yang baru berumur 3 tahun, harus membantu neneknya mengurusi rumah. Balita ingusan itu harus menjaga toko, belum lagi untuk mencuci pakaian dan mamasak. Hasilnya positif, ia menjadi pintar memasak, sebaliknya sekolahnya malah terlantar.
Profesi sebagai seorang pedagang ialah impiannya. Harta peninggalan orang tuanya pun digunakan untuk berdagang pakaian rajutan di Taiwan dan Osaka, Jepang. Usahanya terbilang maju. Ia pun bisa kembali ke bangku sekolah menyelesaikan pendidikan yang sempat terbengkalai.
Namun, di dalam perjalannya, ia dituduh korupsi dalam perdagangan senjata dan onderdil pesawat terbang. Ia lantas dijebloskan ke penjara. Setelah 2 tahun hidup di Hotel Prodeo, ia lalu dibebaskan. Pada 1956, satu-satunya harta yang tertinggal hanyalah rumah.

Ide Kreatif

Masa itu Amerika Serikat sedang gencar-gencarnya menyumbangkan gandum ke Jepang yang sedang dalam paceklik pangan. Harga terigu menjadi murah. Pemerintah Jepang pun menganjurkan rakyatnya mengonsumsi roti dan terigu sebagai pengganti nasi.

Melihat banyak orang melahap mie, di dekat toserba hankyu, Osaka, pikiran Ando pun terbuka. Ia berfikir, mengapa tidak membuat mie dari terigu? Bukankah orang Jepang sangat menyukai mie? Apalagi mie dirasa enak, murah, tahan lama, dan tidak sulit dalam mengolahnya.

Ide liar itu pun terus bergulir di benaknya. Cuma ia tidak mau membuat mie biasa yang sudah banyak beredar di pasaran. Ia ingin membuat mie dalam bentuk lain yang enak, lebih cepat, mudah diolah, serta gampang didapat dimana-mana.

Secara perlahan namun pasti, Ando mulai mewujudkan impiannya, dengan membeli mesin pembuat mie, dan bereksperimen membuat mie instant di emper halaman belakang rumahnya. Mula-mula mie digoreng agar lebih awet, gurih, dan cepat diolah.

Lalu menimbang-nimbang rasa yang pas untuk kuah mie racikannya itu, di pilihnyalah kuah ayam, karena itu merupakan yang netral. Ando membawa contoh mie instannya ke sebuah toko serba ada. Ternyata, semuanya ludes hari itu juga tanpas sisa. Kejadian itu terjadi di tahun 1958.

Emperan rumahnya tak kuasa menampung pesanan. Ia memindahkan usahanya ke sebuah gudang kosong di Osaka. Di sana Ando membuat mie instant dengan dibantu oleh keluarganya. Sejak itulah perusahaan-perusahaan besar berebut ingin menjadi penyalur mie instannya.

Pada desember 1958, Ando menamai perusahaannya “Nissin Foods”. Beberapa bulan kemudian ia pindah ke sebuah pabrik seluas 20.000 m² (20 Ha). Tahun 1960, ia membuka pabrik kedua, dan tahun berikutnya lahir pabrik baru lagi.

Usahanya lewat mie instan pun semakin berkembang. Meski mie instant laris manis, ia tak bosan-bosan bereksperimen untuk terus memperbaiki mutunya. Bahkan, ada keinginan memperkenalkan dan mejualnya hingga ke luar negeri.

Untuk menjajaki kemungkinan itu, ia pergi berkeliling Eropa dan Amerika tahun 1966. Disana ia melihat orang makan mie dengan garpu, tanpa kuah, dan memakai piring, karena menyeruput mie dianggap tidak sopan.

Lalu Ia juga mengamati ada kaldu yang bisa dilarutkan dengan air panas, tanpa harus dimasak. Ada gelas kertas sekali pakai, dan juga kertas aluminium sebagai wadah kedap udara.

Ando pun mendapat ilham kembali untuk membuat mie instant dalam wadah berbahan stereo foam, yang lantas ditutup rapat dengan lembaran aluminium foil. Mie gelas itu tidak perlu dimasak, cukup diseduh. Supaya tidak hancur terkocok-kocok, mie dibuat lebih tebal, disediakan pula garpu untuk memakannya.


Di puncak keberhasilannya, Ando yang pada tahun 1988 genap berumur 77 tahun, membuka Foodeum di Shinjuku, Tokyo. Gedung itu disebut pula “ISTANA MIE”, karena mempunyai beberapa restoran mie, tempat disko, dan museum mie.

Selalu ada saja ide-ide kreatif di dalam menciptakan sesuatu. Tergantung bagaimana dapat dengan jeli melihat dan mewujudkannya menjadi nyata. Dengan niat, kemauan, kerja keras, jerih payah, dan kesabaran. Siapa pun bisa tentunya, tanpa terkecuali.



Sumber 

Penemu Mie Instan dan Sejarahnya

Bakpao (Hanzi: 肉包, hanyu pinyin: roubao) merupakan makanan tradisional Tionghoa. Dikenal sebagai bakpao di Indonesia karena diserap dari bahasa Hokkian yang dituturkan mayoritas orang Tionghoa di Indonesia. 

Bakpao sendiri berarti harfiah adalah baozi yang berisi daging. Baozi sendiri dapat diisi dengan bahan lainnya seperti daging ayam, sayur-sayuran, serikaya manis, selai kacang kedelai, kacang azuki, kacang hijau,dan sebagainya, sesuai selera. Bakpao yang berisi daging ayam dinamakan kehpao.

Kulit bakpao dibuat dari adonan tepung terigu yang setelah diberikan isian, lalu dikukus sampai mengembang dan matang. Pao itu berati “bungkusan”, Bakpao berarti “Bungkusan-bak” , bak itu artinya daging.

Untuk membedakan bakpao tanpa daging (vegetarian) dari bakpao berdaging biasanya di atas bakpao diberi titikan warna.

Sejarah/Legenda Bakpao
Sejarah Bakpao sendiri berasal dari salah satu bagian kecil dari roman terbaik sepanjang masa, Sānguó Yǎnyì. Zhuge Liang (181 – 234) adalah salah satu ahli strategis terbaik China, juga sebagai perdana menteri, insinyur, ilmuwan, dan penemu legendaris bakpao.

Cerita ini berawal pada zaman tiga negara (sam kok) ketika terjadi pemberontakan besar-besaran di daerah selatan Tiongkok, perdana menteri Tiongkok saat itu, Zhuge Liang meminta izin kepada kaisarnya, Liu Chan untuk menumpas pemberontakan di selatan itu, terkenal dengan sebutan ‘The Southern Campaign’ – Suku selatan itu disebut juga ‘Nanman’ atau ‘orang barbar dari selatan’. Raja di daerah selatan yang memberontak itu bernama Meng Huo.

Tak lama setelah Liang sampai di daerah selatan itu, Liang sudah mengalahkan Meng Huo 7 kali dan membebaskan 7 kali juga, dimana pada saat pembebasan ketujuhnya Meng Huo akhirnya menyerah dan berjanji tidak akan memberontak lagi kepada Shu Guo (saat itu belum ada sebutan Zhong Guo karena Tiongkok masih terpecah menjadi tiga negara: Shu, Wu, Wei).

Setiap kali membebaskan Meng Huo, Zhuge Liang selalu ditentang oleh jenderal-jenderalnya: “ Kenapa dia dibebaskan ? Bagaimana jika dia memberontak lagi? ”, Liang dengan tenang menjawab: “ Aku dengan mudah dapat menangkapnya kembali semudah mengeluarkan tanganku dari saku. Kini aku sedang mengalahkan hatinya ”

Zhuge Liang tahu jika Meng Huo ditangkap dan dibunuh, akan ada pengganti Meng Huo lainnya dan memberontak ke Shu, karena itu dia pikir lebih baik membuat pemimpin daerah selatan yang berpengaruh ini berpihak kepadanya dan Meng Huo bisa memimpin daerah selatan untuk setia kepada Shu.

Pada peperangan yang terakhir, yang ketujuh kalinya, Zhuge Liang membuat Meng Huo masuk ke lembah yang dikelilingi pegunungan. Dilembah itu Liang menaruh kereta pengangkut makanan. Ketika melihat kereta itu, Meng Huo langsung tertarik dan memimpin pasukannya masuk ke lembah itu.

Setelah pasukan Meng Huo mendekati kereta pengangkut makanan itu, ternyata kereta itu tidak berisi makanan melainkan bubuk mesiu! Langsung saja pasukan Shu yang sudah menunggu di kaki gunung memanah kereta-kereta yang penuh bubuk mesiu itu dengan panah api. Terjadi ledakan besar-besaran di lembah itu, dan dalam sekejap lembah itu menjadi lautan api yang menewaskan hampir semua pasukan Meng Huo.

Kemenangan ini tidak membuat Liang senang, ia hanya agak menyesali: “Jasaku sangat besar kepada negara, namun dosaku juga sangat besar kepada Langit(Tian/Tuhan); semoga Langit berkenan mengampuniku karena aku hanya menjalankan kewajiban menjaga keamanan negara.” Setelah kejadian ini, Meng Huo kembali ditangkap pasukan Liang.

Ketika Liang menemui Meng Huo, ia langsung melepaskan ikatan tali Meng Huo dan berkata: “ Silahkan anda pergi lagi dan mempersiapkan pasukan baru anda untuk bertarung kembali ”. Mendengar itu Meng Huo terharu dan berkata: “ Tujuh kali tertangkap, tujuh kali juga dibebaskan! Kejadian seperti ini seharusnya tidak pernah dan tidak akan terjadi!! Meskipun aku tidak punya adat istiadat, aku masih punya upacara keagamaan yang masih menjunjung etika. Tidak, aku tidak sehina itu! ” Setelah kejadian ini, suku selatan tidak pernah memberontak lagi kepada Shu.

Ketika dalam perjalanan akan kembali ke Cheng Du (ibu kota Shu), Zhuge Liang harus melewati sungai besar. Di sungai itu Liang tertahan karena selalu saja ada gelombang besar dan badai ketika pasukan Shu akan menyeberang. Zhuge Liang kemudian meminta pendapat Meng Huo yang ikut mengantar Liang dan Meng Huo berkata: “Sejak zaman nenek moyang kami, orang yang ingin melewati sungai itu harus melemparkan 50 kepala manusia untuk persembahan kepada roh sungai ”

Karena Liang tidak mau membuat pertumpahan darah lagi, ia membuat kue yang menyerupai kepala manusia: bulat namun rata didasarnya, dan kue ini disebut bakpao (baozi).

Sekarang, meskipun banyak yang tidak mengetahui asal usulnya, bakpao telah populer di seluruh dunia sebagai salah satu makanan tradisional Cina. Posisi bakpao bahkan sanggup menggantikan nasi seperti yang terlihat pada film Shaolin.

Sumber 

Asal Mula Bakpao

Pada akhir Dinasti Ming (awal abad ke-17) di Fuzhou, ada seorang pria bernama Meng Bo, tinggal di sebuah desa kecil. Dia berkepribadian baik dan berbakti kepada orang tuanya. Bakti Meng Bo pada ibunya sangat diketahui oleh para tetangga. Suatu hari, ibunya yang sudah mulai tua sudah tidak dapat makan daging lagi, karena giginya sudah mulai tidak bisa makan sesuatu yang agak keras. Ini sedikit mengecewakan karena dia suka sekali makan daging. 

Asal Usul Bakso

Senin, 13 Mei 2013

Tidak seperti makanan kedelai tradisional lain yang biasanya berasal dari Cina atau Jepang, tempe berasal dari Indonesia. Tidak jelas kapan pembuatan tempe dimulai. Namun demikian, makanan tradisonal ini sudah dikenal sejak berabad-abad lalu, terutama dalam tatanan budaya makan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta dan Surakarta. 

Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 (Serat Centhini sendiri ditulis pada awal abad ke-19) telah ditemukan kata "tempe", misalnya dengan penyebutan nama hidangan jae santen tempe (sejenis masakan tempe dengan santan) dan kadhele tempe srundengan. Hal ini dan catatan sejarah yang tersedia lainnya menunjukkan bahwa mungkin pada mulanya tempe diproduksi dari kedelai hitam, berasal dari masyarakat pedesaan tradisional Jawa—mungkin dikembangkan di daerah Mataram, Jawa Tengah, dan berkembang sebelum abad ke-16.

Kata "tempe" diduga berasal dari bahasa Jawa Kuno. Pada zaman Jawa Kuno terdapat makanan berwarna putih terbuat dari tepung sagu yang disebut tumpi. Tempe segar yang juga berwarna putih terlihat memiliki kesamaan dengan makanan tumpi tersebut.

Selain itu terdapat rujukan mengenai tempe dari tahun 1875 dalam sebuah kamus bahasa Jawa-Belanda. Sumber lain mengatakan bahwa pembuatan tempe diawali semasa era Tanam Paksa di Jawa. Pada saat itu, masyarakat Jawa terpaksa menggunakan hasil pekarangan, seperti singkong, ubi dan kedelai, sebagai sumber pangan. Selain itu, ada pula pendapat yang mengatakan bahwa tempe mungkin diperkenalkan oleh orang-orang Tionghoa yang memproduksi makanan sejenis, yaitu koji kedelai yang difermentasikan menggunakan kapang Aspergillus. Selanjutnya, teknik pembuatan tempe menyebar ke seluruh Indonesia, sejalan dengan penyebaran masyarakat Jawa yang bermigrasi ke seluruh penjuru Tanah Air

Sumber 



 

Sejarah Tempe

Tahu kulit adalah tahu yang sudah digoreng saat dijual dan biasanya berbentuk segitiga. Tahu ini memiliki lapisan luar berwarna coklat dengan tekstur keras, namun bagian dalamnya berwarna putih dengan tekstur lembut. Tekstur kulit tahu ini sama dengan tahu pong, namun terdapat perbedaan mendasar dari kedua tahu tersebut. Tahu pong hanya memiliki kulit tetapi bagian dalamnya kosong, sedangkan tahu kulit memiliki daging tahu.

Biasanya dalam membuat hidangan tahu isi, digunakan tahu kulit sebagai bahan dasarnya karena memiliki tekstur kulit yang lebih keras dan tidak mudah hancur dibanding tahu putih biasa yang licin dan mudah hancur.

Selain bisa dijadikan tahu isi goreng, tahu kulit juga bisa digunakan untuk siomay, batagor, bakwan malang, campuran lontong sayur, dll


Sumber 

Tahu Kulit


Di pasaran terdapat berbagai macam tahu Jepang. Namun apakah ibu tahu tentang macam tahu Jepang tersebut? Berikut informasinya:

Tahu Sutra :










Sesuai dengan namanya, tekstur tahu sutra sangatlah lembut, lunak, sangat halus, dan tidak berpori-pori. Tahu yang lebih popoler disebut tofu ini biasanya dijadikan masakan seperti mun tahu, wedang, maupun kembang tahu. Warnanya putih dan dikemas dalam kemasan plastik kedap udara.


Tahu Udang :

Pada dasarnya tekstur pada tahu ini sama dengan tahu sutra, tetapi ada penambahan rasa udang pada tahu ini. Tahu ini cocok untuk dijadikan masakan tumisan seperti sapo tahu ,dll. Warna tahu ini cream dan dikemas dalam kemasan plastik kedap udara.

Tahu Telur :

Tekstur pada tahu ini cenderung lebih halus karena ditambahkan telur pada proses produksinya. Cocok juga untuk hidangan sapo tahu, shabu-shabu, tepanyaki, dll. Warna tahu ini cream dan dikemas dalam kemasan plastik kedap udara.

Sumber 

Aneka Macam Tahu Jepang

Jika ingin menyimpan tahu agar tidak basi dan tahan 7-10 hari, caranya adalah sebagai berikut :

- Cuci tahu dengan air bersih kemudian kukus tahu selama 10-15 menit.

- Siapkan wadah / tempat untuk menyimpan tahu (harus benar-benar bersih).Isilah wadah dengan air panas (estimasi banyaknya air harus bisa hingga tahu terendam) dan sedikit garam.

- Masukkan tahu yang sudah dikukus ke dalam wadah, hilangkan uap panasnya, kemudian simpan dalam lemari es.

- Esok harinya air rendaman diganti dengan air hangat tanpa garam, selanjutnya pergantian air dilakukan setiap hari maka tahu akan awet dan lezat dan juga siap untuk diolah dalam berbagai macam masakan.

Sumber

Cara Agar Tahu Tahan Lama Ala Rumahan

Kamis, 18 Oktober 2012


kerak telur
Bagi yang sering jalan jalan ke pekan raya jakarta, tentu melihat banyak penjual kerak telur dengan pikulan. Makanan ciri khas betawi ini terbuat dari telur dan beras ketan dan cukup digemari oleh berbagai kalangan. Resep ini mudah dibuatnya , silahkan mencoba!!

Resep Kerak Telur

Di Betawi atau Jakarta mempunyai beberapa makanan khas, seperti gado-gado betawi, dodol betawi, soto betawi, bir pletok, geplak dan masih banyak lagi. Berikut adalah salah satunya yaitu kerak telor. Saat ini kerak telor sudah mulai sulit didapat kecuali di obyek-obyek wisata seperti di Situ Babakan Jakarta Selatan dan Ragunan.

Kerak Telor dari Jakarta

Kamis, 27 September 2012

Tahu berasal dari kata serapan dari bahasa Hokkian yang berarti kedelai yang difermentasi.
Tahu pertama kali muncul di Tiongkok pada zaman Dinasti Han sekitar 2200 tahun lalu. Penyebarannya dibawa oleh perantau cina ke asia timur dan asia barat sampai akhirnya ke seluruh dunia. Penyebaran ini mungkin bersamaan dengan penyebaran ajaran Budha karena tahu menjadi bahan penting dalam memenuhi kebutuhan protein para imam Budha yang menerapkan diet vegetarian.

Sejarah Tahu

Jumat, 17 Agustus 2012


Bersihkan kulit telur dari kotoran yang masih menempel
Bila kita membeli telur, seringkali masih banyak kotoran yang menempel di kulitnya. Hati-hati kulit telur yang kotor dapat menjadi sarang bagi bakteri Salmonella. Oleh karenanya, biasakan untuk mencuci telur sebelum menyimpannya di lemari es. Semakin lama disimpan, umumnya putih telur aan semakin encer, yang bila dipecahkan dan diletakkan di piring kelihatan melebar.
Setelah Anda mencuci telur, keringkan dan simpan di dalam lemari es. Sebaiknya, jangan terlalu lama menyimpannya, karena telur mengeluarkan H2O dan CO2, sehingga semakin lama penyimpanan telur akan menjadi semakin ringan, selain itu terbentuk ruang udara ang semakin besardi dalam cangkang dan akhirnya teur menjadi semakin encer.

Tips Menyimpan Telur


Telur memang makanan yang tak akan terpisahkan bagi kehidupan semua orang. Terkecuali bagi orang yang alergi terhadap makanan ini. Telur selain mudah cara memasaknya ternyata juga memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh dan cangkang telurnya juga bisa dimanfaatkan. Bagi kalian para pembaca yang belum mengetahui kegunaan atau manfaat telur, berikut ini ada beberapa manfaat telur. Yuk simak :)

Manfaat Sebutir Telur


Telur memang makanan yang sudah sangat dikenal oleh masyarakat. Namun tahukah anda bagaimana cara atau tekhnik memasak telur yang sehat. Berikut ini ada beberapa cara memasak telur yang enak tapi juga menyehatkan.

Cara Memasak Telur Yang Menyehatkan

Minggu, 15 Juli 2012

kontes blog 2012
Dalam artikel ini saya ingin membagikan info mengenai Kontes Bloging 2012 - Cara Praktis Mencari Mobil Baru CarMall.Com | Rudyanto Lay Info Indonesia yang diterbitkan di blog pribadi salah satu admin Garam dan Terang Dunia (Salt and Light of The World)

Silahkan kunjungi Kontes Bloging 2012 - Cara Praktis Mencari Mobil Baru CarMall.Com | Rudyanto Lay Info Indonesia untuk membaca info selengkapnya

Kontes Bloging 2012 - Cara Praktis Mencari Mobil Baru CarMall.Com | Rudyanto Lay Info Indonesia

Selasa, 19 Juni 2012

Mana yang lebih baik? Telur itik atau telur ayam? Barangkali Anda bertanya-tanya. Nah untuk mengetahuinya perlu dibandingkan komposisi gizi antara telur itik dan telur ayam. Namun, terlebih dulu saya sampaikan bahwa baik telur itik maupun telur ayam baik untuk dikonsumsi sebagai sumber gizi bagi tubuh manusia. Satu hal yang khas adalah bahwa telur itik lebih amis daripada telur ayam. Kadar kolesterol pada telur itik juga lebih besar jika dibandingkan dengan telur ayam.

Lebih Bagus Mana Antara Telur Itik Telur Puyuh dan Telur Ayam

Kamis, 07 Juni 2012

Telur terdiri dari :

1.      Yolk (kuning telur)

Yolk menyusun 30-33% berat telur. Yolk berbentuk hampir bulat dengan warna kuning sampai jingga tua, dan terletak di pusat telur. Bahan yang memberi warna pada yolk adalah xanthophil, yaitu suatu pigmen carotenoid yang diturunkan dari pakan. Yolk terdiri dari latebra, germinal disc (balstoderm), lapisan konsentris terang dan gelap, dan membran vitellin yang membungkus yolk, bersifat halus, elastis dan berkilau.

Bagian Telur, Fungsi, dan Proses Pembentukannya

Jumat, 27 April 2012

Telur merupakan makanan yang cukup sering di konsumsi dengan alasan paling sederhana disajikan serta nikmat dan bergizi untuk di konsumsi, tapi kalau tidak pintar-pintar dalam memilih telur, jangan sampai terjadi hal yang tidak diinginkan, misalnya mendapatkan telur busuk. Berikut ini adalah cara memilih telur yang baik :

- Pilihlah telur ayam yang kulitnya bersih.
- Coba guncangkan/kocok telur, sebelum kamu memutuskan untuk membelinya. Telur yang baik tidak akan berbunyi, begitupun sebaliknya. Jika berbunyi, maka berkemungkinan bahwa telur tersebut sudah kurang bagus.
- Pilihlah telur yang tidak bau. Karena telur yang telah busuk memiliki bau yang tidak sedap, dan ada sebagian orang bilang, bau busuk dari dalam telur biasanya dapat tercium dari luarnya.
- Pilihlah telur yang berbentuk lonjong. Biasanya, telur yang berbentuk lonjong memiliki kuning telur yang lebih banyak jika di bandingkan dengan telur yang berbentuk agak bulat.
- Rendam di dalam air. Telur yang baik akan tenggelam, sedangkan telur yang sudah kurang bagus akan mengapung. Hal ini untuk lebih memastikan dalam memilih telur yang baik ketika kamu hendak mengolah/memasak telur di rumah dalam jumlah yang banyak. Karena sangat disayangkan jika telur-telur yang telah kamu masak ternyata ada salah satu atau beberapa yang tidak baik/busuk diantara telur lainnya.

Sekian dulu dari aku, semoga bermanfaat ... ^_^

Tips Memilih Telur yang Baik


Telur adalah salah satu bahan makanan hewani yang dikonsumsi selain daging, ikan dan susu. Umumnya telur yang dikonsumsi berasal dari jenis-jenis burung, seperti ayam, bebek, dan angsa, akan tetapi telur-telur yang lebih kecil seperti telur ikan kadang juga digunakan sebagai campuran dalam hidangan (kaviar). Selain itu dikonsumsi pula juga telur yang berukuran besar seperti telur burung unta (Kasuari) ataupun sedang, misalnya telur penyu. Sebagian besar produk telur ayam ditujukan untuk dikonsumsi orang tidak disterilkan, mengingat ayam petelur yang menghasilkannya tidak didampingi oleh ayam pejantan. Telur yang disterilkan dapat pula dipesan dan dimakan sebagaimana telur-telur yang tidak disterilkan, dengan sedikit perbedaan kandungan nutrisi. Telur yang disterilkan tidak akan mengandung embrio yang telah berkembang, sebagaimana lemari pendingin mencegah pertumbuhan sel-sel dalam telur.

Telur (makanan)

Senin, 23 April 2012

Kebanyakan makanan sehat seperti sayuran memiliki rasa yang pahit dan tidak disukai. Padahal sayuran pahit seperti pare, paprika atau brokoli memiliki kandungan vitamin yang tinggi dan penting untuk tubuh Anda. Oleh karena itu, Anda harus membiasakan diri untuk makan makanan sehat tersebut.

Begini Cara Belajar Menyukai Makanan Sehat

Untuk membantu anda dalam memilih makanan, berikut ini ciri - ciri makanan sehat yang perlu anda perhatikan agar kegiatan makan anda bukan sekedar menghilangkan rasa lapar saja

Ciri - ciri Makanan Sehat

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "